ASBI News, Bandung — Kemacetan parah melanda kawasan Rancamanyar, Bandung Selatan, setelah banjir merendam sejumlah ruas jalan utama pada (tanggal menyesuaikan). Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total dan membuat perjalanan singkat berubah menjadi berjam-jam.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan laporan dari berbagai sumber media, genangan air dengan ketinggian bervariasi menghambat pergerakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Sejumlah kendaraan bahkan dilaporkan mogok akibat nekat menerobos banjir.
Situasi tersebut dengan cepat menjadi viral di media sosial. Banyak warga membagikan pengalaman mereka terjebak dalam kemacetan ekstrem yang disebut sebagai “macet horor”. Dalam unggahan yang beredar, terlihat antrean kendaraan mengular panjang, sementara hujan yang masih turun memperparah kondisi.
“Saya biasanya hanya butuh 15 menit, tapi kemarin sampai hampir 3 jam belum juga sampai,” ujar salah satu warga dalam unggahan yang beredar luas.
Pihak berwenang menyebutkan bahwa banjir dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bandung Selatan sejak siang hingga malam hari, ditambah dengan sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air. Petugas gabungan dari kepolisian dan dinas terkait telah dikerahkan untuk mengatur lalu lintas serta membantu evakuasi kendaraan yang terdampak.
Selain kemacetan, banjir juga mengganggu aktivitas warga dan akses menuju sejumlah fasilitas umum. Beberapa jalur alternatif disarankan untuk mengurangi kepadatan, meskipun tidak sepenuhnya mampu mengurai kemacetan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta menghindari titik-titik rawan banjir saat hujan deras. Upaya penanganan banjir dan perbaikan sistem drainase disebut akan menjadi prioritas guna mencegah kejadian serupa terulang.
![]()
