
Bandung — Bulan suci Ramadan 2026 diperkirakan akan kembali menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperbaiki pola hidup. Menyambut bulan penuh berkah ini, para ulama, tokoh masyarakat, dan pakar kesehatan mengingatkan pentingnya persiapan sejak dini agar ibadah puasa dapat dijalani dengan khusyuk dan optimal.
Salah satu persiapan utama adalah menjaga kondisi fisik. Menjelang Ramadan, masyarakat dianjurkan mulai mengatur pola makan dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan minuman berkafein berlebihan. Pola makan seimbang dengan asupan serat, protein, serta air putih yang cukup dinilai dapat membantu tubuh beradaptasi saat memasuki masa puasa.
Selain itu, pola tidur juga perlu dibenahi. Kebiasaan begadang sebaiknya dikurangi agar tubuh tidak kaget dengan perubahan jadwal tidur dan bangun lebih awal untuk sahur. Istirahat cukup akan membantu menjaga daya tahan tubuh sepanjang Ramadan.
Dari sisi kesiapan mental, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk melatih kesabaran, mengendalikan emosi, serta memperbaiki niat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Mengurangi aktivitas yang tidak produktif dan mulai membiasakan diri dengan suasana tenang dinilai dapat membantu meningkatkan fokus ibadah.
Persiapan spiritual juga tidak kalah penting. Umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah sunnah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, serta memperdalam pemahaman agama. Membersihkan hati dengan saling memaafkan dan memperbaiki hubungan sosial menjadi bagian penting dalam menyambut Ramadan dengan jiwa yang lebih lapang.
Di tengah aktivitas harian, perencanaan keuangan juga perlu diperhatikan. Ramadan sering kali diiringi dengan peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan konsumsi, sedekah, dan persiapan Idulfitri. Menyusun anggaran sejak awal dinilai dapat membantu mengelola keuangan dengan bijak tanpa mengurangi esensi ibadah.
Masyarakat juga diimbau untuk mempersiapkan diri dalam hal kepedulian sosial. Ramadan menjadi momen untuk meningkatkan empati terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. Berbagai kegiatan sosial seperti berbagi takjil, bantuan sembako, dan program kemanusiaan dapat direncanakan sejak dini agar pelaksanaannya lebih terorganisir.
Para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat selama Ramadan, terutama dalam menyiapkan makanan berbuka dan sahur. Konsumsi makanan bergizi dan menghindari makanan berlebihan saat berbuka dapat membantu menjaga stamina selama menjalankan ibadah puasa.
Dengan persiapan yang matang, Ramadan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga momentum untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kepedulian sosial.
J
![]()
