Dallas, 15 Juni 2026 – Di tengah euforia Piala Dunia 2026, perhatian dunia tidak hanya tertuju pada pertandingan seru antara Jepang dan Belanda yang berakhir imbang 2-2. Aksi para pendukung Samurai Biru yang membersihkan stadion seusai pertandingan justru menjadi salah satu momen yang paling banyak dibicarakan di media sosial internasional.
Ribuan suporter Jepang terlihat tetap berada di tribun Dallas Stadium setelah peluit panjang dibunyikan. Dengan membawa kantong sampah sendiri, mereka berjalan menyusuri bangku penonton sambil mengumpulkan berbagai jenis sampah yang berserakan. Pemandangan tersebut menarik perhatian banyak pihak karena dilakukan secara sukarela tanpa instruksi dari panitia maupun petugas stadion.

Aksi tersebut sebenarnya bukan hal baru. Suporter Jepang telah dikenal dunia karena tradisi serupa sejak Piala Dunia 1998 di Prancis. Tradisi itu terus berlanjut pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Piala Dunia 2022 di Qatar, hingga kini di Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026. Konsistensi mereka menjaga kebersihan membuat nama Jepang selalu mendapat apresiasi setiap kali turnamen besar berlangsung.
Warganet dari berbagai negara memberikan respons positif. Banyak yang menyebut perilaku tersebut sebagai contoh nyata sportivitas di luar lapangan. Beberapa pengguna media sosial bahkan menilai aksi para suporter Jepang lebih berkesan dibanding hasil pertandingan itu sendiri karena menunjukkan karakter bangsa yang menjunjung tinggi rasa hormat terhadap lingkungan dan sesama pengguna fasilitas umum.
Pengelola stadion juga disebut sangat terbantu dengan tindakan para suporter tersebut. Area tribun yang biasanya memerlukan waktu lama untuk dibersihkan tampak jauh lebih rapi setelah para pendukung Jepang menyelesaikan kegiatan bersih-bersih sebelum meninggalkan lokasi pertandingan.
![]()
