Samarinda — Pertarungan penuh gengsi kembali tersaji saat Persib Bandung menghadapi rival abadinya, Persija Jakarta, dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026, Minggu (10/5/2026). Duel yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, itu berlangsung sengit sejak menit pertama dan berakhir manis bagi Persib setelah menang dramatis dengan skor 2-1.
Laga ini tidak hanya soal perebutan tiga poin, tetapi juga menyangkut harga diri dua tim besar dengan sejarah rivalitas panjang di sepak bola Indonesia. Atmosfer pertandingan terasa panas baik di dalam maupun luar lapangan. Ribuan suporter yang memadati stadion ikut menciptakan tensi tinggi sepanjang pertandingan berlangsung.
Persija memulai laga dengan tempo cepat. Tim berjuluk Macan Kemayoran tampil percaya diri dan langsung menekan pertahanan Persib melalui permainan menyerang dari sisi sayap. Dominasi mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-20 ketika Alaaeddine Ajaraie sukses mencetak gol pembuka lewat sepakan keras yang gagal diantisipasi penjaga gawang Persib. Gol tersebut membuat Persija berada di atas angin.
Namun keunggulan Persija tak bertahan lama. Persib perlahan bangkit dan mulai menemukan ritme permainan. Pasukan Bojan Hodak tampil lebih tenang dalam membangun serangan dan berhasil menguasai lini tengah.
Momentum kebangkitan Maung Bandung hadir melalui sosok Adam Alis. Gelandang enerjik Persib itu sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-33 setelah memanfaatkan peluang di depan gawang. Tendangannya mengubah skor menjadi 1-1 dan membakar semangat para pemain Persib.
Persib semakin percaya diri setelah gol penyama tersebut. Tekanan terus diberikan ke lini belakang Persija yang mulai kehilangan konsentrasi. Menjelang babak pertama usai, Adam Alis kembali menjadi pembeda. Melalui skema serangan cepat, ia sukses mencetak gol keduanya sekaligus membawa Persib berbalik unggul 2-1 sebelum turun minum.
Gol kedua itu membuat suasana stadion berubah. Pendukung Persib bersorak merayakan comeback tim kesayangannya, sementara Persija tampak mulai kehilangan momentum permainan.
Memasuki babak kedua, Persija mencoba tampil lebih agresif demi mengejar ketertinggalan. Serangan demi serangan dilancarkan melalui kombinasi umpan pendek dan bola-bola crossing ke area penalti. Beberapa peluang sempat tercipta, namun lini pertahanan Persib tampil sangat disiplin dan sulit ditembus.
Pertandingan juga diwarnai duel keras antarpemain. Beberapa kali wasit harus menghentikan laga akibat pelanggaran dan adu emosi di lapangan. Intensitas tinggi yang terjadi sepanjang pertandingan semakin menunjukkan betapa besar rivalitas kedua tim.
Meski terus ditekan di babak kedua, Persib mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Kedisiplinan lini belakang dan ketenangan pemain dalam mengontrol tempo menjadi kunci kemenangan Maung Bandung pada laga penuh tekanan tersebut.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang mampu bangkit setelah tertinggal lebih dahulu. Ia menilai kemenangan ini menjadi bukti bahwa Persib memiliki mental kuat dalam menghadapi pertandingan besar.
“Kami menunjukkan karakter dan semangat pantang menyerah. Para pemain bermain luar biasa malam ini,” ujar Hodak usai pertandingan.
Kemenangan atas Persija membuat Persib semakin nyaman di puncak klasemen sementara dengan raihan 75 poin. Peluang Maung Bandung untuk meraih gelar juara musim ini pun semakin terbuka lebar.
Di sisi lain, hasil buruk ini menjadi pukulan berat bagi Persija Jakarta. Kekalahan dalam laga sarat gengsi tersebut membuat langkah mereka semakin berat untuk bersaing di papan atas klasemen.
Duel Persib kontra Persija sekali lagi membuktikan diri sebagai pertandingan paling emosional dan paling dinanti di sepak bola Indonesia. Drama comeback, tensi tinggi, dan atmosfer luar biasa menjadikan laga ini akan terus dikenang para pecinta sepak bola nasional.
![]()
