ASBI News, IKN, Kalimantan Timur – Pembangunan Masjid Negara di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kini memasuki tahap akhir. Progres konstruksi rumah ibadah terbesar di ibu kota baru Indonesia tersebut dilaporkan telah mencapai sekitar 98 hingga 99 persen, dengan fokus pekerjaan saat ini pada penyelesaian interior dan penataan fasilitas pendukung. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa sebagian besar pekerjaan konstruksi telah selesai, sementara beberapa detail seperti interior, furnitur, serta penataan kawasan masih disempurnakan sebelum masjid digunakan secara penuh. Pemerintah menargetkan masjid tersebut sudah dapat difungsikan untuk kegiatan ibadah pada Ramadan 2026, termasuk pelaksanaan salat tarawih berjamaah di kawasan ibu kota baru tersebut.
Ikon Keagamaan Baru di IKN
Masjid Negara IKN dibangun sebagai salah satu ikon spiritual dan simbol peradaban baru di ibu kota Nusantara. Bangunan ini berdiri di atas lahan sekitar 3,2 hektare dengan luas bangunan mencapai sekitar 76 ribu meter persegi. Pada tahap awal, masjid dirancang mampu menampung sekitar 29 ribu jemaah, dengan kapasitas yang nantinya dapat diperluas hingga sekitar 60 ribu jemaah ketika seluruh pembangunan kawasan selesai. Selain sebagai tempat ibadah utama bagi masyarakat dan aparatur di IKN, masjid ini juga direncanakan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan Islam, serta ruang interaksi sosial di ibu kota baru Indonesia.
Desain Arsitektur Ikonik
Secara arsitektur, Masjid Negara IKN memiliki desain yang berbeda dari masjid konvensional. Bangunan utama dirancang dengan kubah spiral yang terinspirasi dari bentuk sorban, melambangkan dinamika spiritual dan kesatuan umat. Masjid ini juga dilengkapi menara setinggi 99 meter, yang melambangkan 99 Asmaul Husna, serta menjadi salah satu elemen visual paling menonjol di kawasan pusat pemerintahan Nusantara. Masjid Negara IKN tidak berdiri sendiri. Pemerintah merancang kawasan tersebut sebagai kompleks rumah ibadah lintas agama, di mana masjid akan berdampingan dengan gereja, vihara, pura, dan rumah ibadah lainnya sebagai simbol kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Dengan hampir rampungnya pembangunan masjid ini, pemerintah berharap keberadaannya dapat menjadi pusat kehidupan spiritual sekaligus landmark religius di ibu kota masa depan Indonesia.
![]()
