ASBI News, Jakarta – Praktik penipuan berkedok pembangunan dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai marak terjadi di sejumlah daerah. Oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk menjadi mitra dapur MBG dengan menawarkan jasa pengurusan izin maupun jual beli titik dapur dengan biaya besar.
Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan pihak yang mengaku dapat membantu mendapatkan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan imbalan sejumlah uang.
Wakil Kepala BGN menyatakan bahwa saat ini sistem pendaftaran mitra dapur MBG telah ditutup karena kuota nasional sudah terpenuhi. Oleh karena itu, masyarakat diminta mewaspadai pihak yang menawarkan akses pendaftaran atau menjual lokasi dapur MBG secara ilegal. Bahkan ditemukan tawaran jual beli titik dapur dengan harga hingga sekitar Rp200 juta. Jika terbukti terjadi transaksi ilegal, BGN akan langsung menghapus titik dapur tersebut dari sistem dan memblokir akun pendaftar.
Selain itu, BGN juga menemukan modus lain, yakni pihak yang berpura-pura menjadi korban penipuan pembangunan dapur agar mendapat simpati dan percepatan verifikasi dari pemerintah. Pihak BGN menegaskan akan melakukan verifikasi ketat untuk membedakan korban asli dan pihak yang memanfaatkan situasi.
Kasus penipuan juga terjadi di daerah. Kepolisian Resor Madiun Kota, Jawa Timur, misalnya, menangkap tiga orang yang melakukan penipuan dengan modus mengurus perizinan dapur MBG. Para pelaku menawarkan jasa pengurusan lokasi dapur agar mendapatkan status verifikasi dari BGN dengan meminta pembayaran hingga Rp300 juta dari korban.
Korban sempat menyerahkan uang muka sebesar Rp100 juta dalam sebuah pertemuan di hotel. Namun setelah penyelidikan dilakukan, polisi menangkap para pelaku dan menyita uang serta dokumen pembayaran sebagai barang bukti.
Sementara itu, dalam pembahasan di DPR sebelumnya juga sempat muncul dugaan adanya ribuan dapur MBG fiktif. Dugaan tersebut muncul karena adanya oknum yang mendaftarkan diri hanya untuk mendapatkan nomor ID dapur, kemudian menjual nomor tersebut kepada pihak lain yang ingin membangun dapur MBG.
Menanggapi hal tersebut, BGN menegaskan bahwa sistem verifikasi kini diperketat. Setiap dapur yang mendaftar harus melewati proses pengecekan dokumen, foto bangunan, hingga inspeksi lapangan sebelum mendapatkan persetujuan sebagai mitra resmi.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan jalur resmi jika ingin terlibat dalam program MBG. Apabila menemukan praktik pungutan liar, jual beli titik dapur, atau penipuan terkait program tersebut, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
![]()
