ASBINews, Jakarta — Ketua Umum organisasi LOGIS 08, Anshar Ilo, menyerukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menyelamatkan dan memperbaiki pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui evaluasi menyeluruh dan reformasi tata kelola. Permintaan itu disampaikan Anshar dalam keterangan resminya di Jakarta pada Sabtu siang, sebagai respons atas sorotan publik yang cukup tajam terhadap program nasional tersebut.
Dalam pernyataannya, Anshar menegaskan bahwa program MBG merupakan inisiatif strategis nasional yang memiliki tujuan mulia, yaitu memastikan pemenuhan gizi anak bangsa sebagai fondasi penting untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Namun demikian, kata dia, berbagai persoalan dalam implementasi MBG harus segera ditangani secara serius agar dampak positifnya benar‑benar maksimal.
“Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan tata kelola program MBG agar tujuan pemenuhan gizi nasional dapat tercapai,” ujar Anshar Ilo.
Anshar mengakui sejumlah tantangan dan kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Ia menyebut fenomena kasus keracunan makanan di beberapa Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilaporkan belakangan menjadi perhatian serius publik dan perlu ditindaklanjuti dalam evaluasi program.
Selain itu, ia juga menyinggung kemungkinan praktik yang tidak semestinya dalam operasional SPPG, termasuk indikasi adanya jual‑beli titik dapur penyedia menu MBG yang memicu kekhawatiran bahwa sumber daya dan dana program tidak sepenuhnya digunakan sesuai tujuan awal.
Menurut Anshar, kekhawatiran masyarakat seperti ini tidak boleh dianggap enteng karena berkaitan langsung dengan keberhasilan program yang menyentuh kehidupan sehari‑hari anak sekolah di berbagai wilayah di Indonesia.
Program MBG Menyasar Gizi Anak & Generasi Masa Depan
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto, bertujuan meningkatkan status gizi anak sekolah dan kelompok rentan lainnya di seluruh negeri. Program ini juga dilihat sebagai upaya pemerintah menekan angka stunting dan memperbaiki kesehatan generasi muda. Sebelumnya, pejabat pemerintah juga telah menyampaikan arahan agar pelaksanaan MBG berjalan baik dan tepat sasaran melalui berbagai rapat koordinasi.
Namun dinamika pelaksanaan di lapangan dan kebutuhan untuk perbaikan tata kelola kini menjadi wacana hangat yang ramai diperbincangkan di media sosial dan media massa, seiring dengan seruan LOGIS 08 agar Presiden Prabowo bertindak cepat dalam evaluasi dan perbaikan itu.
![]()
