ASBI News, Kabupaten Bandung — Kekosongan kepemimpinan di tubuh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung sejak Desember 2024 kini menjadi sorotan serius kalangan anggota. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada melemahnya peran strategis organisasi dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Forum Komunikasi Anggota Kadin Kabupaten Bandung menilai, tanpa kepengurusan definitif, berbagai fungsi utama organisasi tidak berjalan optimal. Padahal, Kadin memiliki mandat sebagai mitra strategis pemerintah dan representasi dunia usaha di tingkat daerah.

“Selama kepemimpinan belum definitif, banyak agenda organisasi yang tertunda. Padahal dunia usaha membutuhkan wadah koordinasi dan advokasi yang aktif,” ujar salah satu anggota forum dalam keterangannya.
Menurut mereka, dampak kevakuman tidak hanya dirasakan di internal organisasi, tetapi juga oleh pelaku usaha secara luas. Sejumlah program fasilitasi dunia usaha disebut tidak berjalan maksimal, termasuk pendampingan dan advokasi bagi pelaku UMKM yang tengah menghadapi tantangan pembiayaan dan akses pasar.
Selain itu, pola kemitraan dengan pemerintah daerah dinilai kurang terkoordinasi. Dalam sejumlah momentum strategis mulai dari pembahasan kebijakan ekonomi daerah hingga peluang investasi peran Kadin dianggap belum terlihat signifikan.
Para anggota juga menyoroti pentingnya koordinasi antar pelaku usaha yang selama ini difasilitasi oleh Kadin. Tanpa struktur kepengurusan yang jelas, komunikasi lintas sektor usaha dinilai menjadi kurang efektif dan tidak terarah.
Forum Komunikasi Anggota Kadin pun mendesak agar proses konsolidasi organisasi segera dilakukan sesuai mekanisme yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Mereka berharap kepengurusan definitif dapat segera terbentuk agar Kadin kembali menjalankan fungsi strategisnya dalam mendukung iklim usaha dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bandung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari jajaran pengurus sebelumnya terkait langkah konkret penyelesaian kekosongan kepemimpinan tersebut.
![]()
