ASBI NEWS, TASIKMALAYA, JAWA BARAT — Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melaksanakan agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah di wilayah Jawa Barat, menjadikan Tasikmalaya sebagai titik awal konsolidasi strategis antara partai, ulama, dan komunitas pesantren. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP PPP, Agus Suparmanto, didampingi Pelaksana Tugas Ketua DPW PPP Jawa Barat, Pepep Saeful Hidayat, bersama jajaran pengurus partai dari pusat dan daerah.
Safari ini dimulai pada Sabtu, 21 Februari 2026, dengan kunjungan ke Pondok Pesantren Miftahul Huda di Kecamatan Manonjaya. Rombongan diterima oleh pengasuh pesantren KH Asep Ahmad Maoshul Affandy dan para alumni dalam suasana menjelang waktu berbuka puasa. Pertemuan berlangsung hangat dan diwarnai diskusi seputar peran ulama serta kiprah pesantren dalam kehidupan sosial‑politik masyarakat.
Dalam sambutannya, Agus Suparmanto menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi historis PPP bersama komunitas ulama dan santri, serta memperkokoh nilai perjuangan partai yang selama ini lahir dan tumbuh dari dukungan kalangan ulama. Ia menekankan bahwa restu ulama dan dukungan masyarakat menjadi kunci penting bagi kebangkitan PPP ke depan.
“PPP ini partai legendaris yang sudah berusia lebih dari lima dekade berkat perjuangan para alim ulama. Untuk bangkit kembali, kita harus memulai dengan doa dan restu mereka,” ujar Agus kepada para kiai dan tokoh masyarakat setempat. Selain itu, ia menyatakan komitmen partai untuk terus menjalin komunikasi intens dengan pesantren di berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk Bandung, Ciamis, Garut, dan Cirebon.
Kegiatan Safari ini juga menjadi ruang dialog antara pengurus PPP dan para ulama. KH Asep Ahmad Maoshul Affandy menyampaikan sejumlah masukan kritis, termasuk pentingnya mengutamakan tradisi musyawarah dan nilai‑nilai Islam dalam setiap kebijakan partai, serta mengakhiri praktik yang dinilai menjauhkan hubungan antara pengurus pusat dan para kiai. Ia menilai bahwa memperkuat hubungan dengan pesantren merupakan langkah strategis dalam memulihkan posisi PPP sebagai partai warisan ulama di parlemen.
Kiai Asep menekankan bahwa PPP harus menjaga marwahnya sebagai partai yang tumbuh dari rahim pesantren dan tidak boleh jauh dari aspirasi umat Islam. Ia mengingatkan bahwa jaringan pesantren di Jawa Barat masih menjadi salah satu basis kekuatan politik penting yang dapat mendorong kebangkitan partai pada kontestasi Pemilu 2029 mendatang.
Selepas kegiatan di Manonjaya, rombongan Safari Ramadan melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Cipasung untuk bertemu dengan ulama setempat dan memperluas dialog tentang peran PPP di komunitas pesantren. Pada kesempatan itu, tokoh pesantren setempat juga memberikan dukungan dan doa agar PPP terus istiqomah memperjuangkan aspirasi umat dan meraih kembali kepercayaan publik.
Agenda safari yang digelar PPP di Jawa Barat ini dijadwalkan berlanjut ke sejumlah pondok pesantren besar di daerah lain seperti Bandung, serta menambah pertemuan dengan sejumlah kiai dan tokoh masyarakat untuk memperkuat jaringan politik partai.
Safari Ramadan PPP di Tasikmalaya menjadi bagian penting dari strategi politik partai menjelang agenda elektoral nasional dan daerah. Dengan memperkuat hubungan historis dengan ulama, PPP berharap mampu mengembalikan kepercayaan publik, khususnya dari basis komunitas pesantren, serta menegaskan kembali posisi ideologis partai sebagai representasi politik umat Islam.
![]()
