ASBI News, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026). Sidang yang rutin dilaksanakan setiap menjelang bulan suci ini menjadi forum resmi penentuan 1 Ramadan yang akan menjadi pedoman umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa.
Pelaksanaan sidang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta dan dihadiri oleh sejumlah pihak, mulai dari perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, para ahli astronomi dan falak, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga instansi terkait seperti BMKG dan BRIN. Kehadiran berbagai unsur tersebut dimaksudkan untuk memastikan keputusan yang diambil bersifat komprehensif dan berdasarkan data ilmiah serta pertimbangan syariat.
Sidang Isbat sendiri terbagi dalam tiga tahapan utama. Pertama, seminar posisi hilal yang memaparkan data hisab (perhitungan astronomi) mengenai posisi bulan. Dalam sesi ini, para pakar mempresentasikan ketinggian hilal dan parameter astronomis lainnya berdasarkan hasil perhitungan terkini.
Tahap kedua adalah pelaksanaan sidang tertutup yang dipimpin oleh Menteri Agama. Pada sesi ini, peserta sidang mendengarkan laporan hasil rukyatul hilal (pemantauan bulan sabit) dari berbagai titik pengamatan yang tersebar di seluruh Indonesia. Data rukyat tersebut kemudian dikaji bersama dengan hasil hisab untuk mencapai kesepakatan.
Tahap terakhir adalah konferensi pers pengumuman resmi kepada masyarakat. Hasil keputusan Sidang Isbat dijadwalkan diumumkan pada malam hari setelah salat Magrib. Masyarakat dapat mengikuti siaran langsung melalui kanal resmi Kemenag dan platform digital, termasuk YouTube Bimas Islam TV.
Sejumlah media nasional turut memberitakan pelaksanaan sidang hari ini. CNBC Indonesia melaporkan bahwa pemerintah telah menyiapkan puluhan titik pemantauan hilal di berbagai wilayah Indonesia untuk memastikan akurasi data. Sementara itu, Detik.com menyebutkan bahwa keputusan Sidang Isbat akan mempertimbangkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) sebagai rujukan regional dalam penentuan awal bulan hijriah.
Di sisi lain, Liputan6.com menyoroti antusiasme masyarakat yang menantikan kepastian tanggal awal puasa, mengingat sebagian organisasi Islam telah lebih dahulu mengumumkan prediksi awal Ramadan berdasarkan metode hisab masing-masing.
Sidang Isbat memiliki peran penting dalam menjaga kesatuan umat Islam di Indonesia. Meski terdapat perbedaan metode dalam penentuan awal bulan hijriah, forum ini menjadi wadah musyawarah nasional untuk menghadirkan keputusan resmi pemerintah yang diharapkan dapat menjadi rujukan bersama.
Keputusan yang diumumkan malam ini akan menentukan kapan umat Islam di seluruh Indonesia mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 H. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi dan tetap menjaga kondusivitas serta ukhuwah Islamiyah dalam menyambut bulan suci.
![]()
