ASBI News, Jakarta, Jumat — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri beserta 18 gudang ketahanan pangan di SPPG Polri kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Peresmian ini menjadi titik puncak langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan akses pemenuhan gizi di seluruh tanah air sebagai bagian integral dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kehadiran SPPG yang dikelola oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia bukan semata memperluas infrastruktur dapur logistik pangan, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam memperkuat basis ketahanan gizi nasional. Peresmian ini sekaligus menandai dimulainya fase groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk 107 SPPG tambahan yang akan dibangun dalam waktu dekat.
Program SPPG merupakan bagian konkret dari agenda prioritas nasional, yakni memperluas akses masyarakat terhadap makanan bergizi, mempercepat pemulihan nutrisi anak sekolah dan kelompok rentan, serta menumbuhkan ekosistem logistik pangan yang andal di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam sambutannya, Listyo Sigit Prabowo, Kepala Kepolisian Negara RI, menjelaskan bahwa Polri tidak hanya menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga memperluas peran sosial-kemasyarakatan dengan mendukung pelaksanaan Program MBG melalui penyediaan dapur gizi di banyak daerah. Hingga saat ini, Polri telah memiliki:
- 411 SPPG yang sudah beroperasi,
- 162 SPPG dalam persiapan operasional,
- 499 dalam proses pembangunan,
- 107 masih dalam tahap groundbreaking.
Kapolri menargetkan agar 1.500 unit SPPG dapat beroperasi penuh di seluruh Indonesia pada tahun 2026, memperluas manfaatnya bagi masyarakat luas termasuk di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Menurut data yang disampaikan pihak Polri, ketika seluruh SPPG selesai dibangun dan beroperasi, layanan ini diproyeksikan mampu:
- Memberikan manfaat gizi bagi hampir 2,95 juta orang,
- Menyerap sekitar 58.950 tenaga kerja lokal,
- Memperkuat stabilitas ketahanan pangan melalui jaringan gudang dan dapur terpadu.
Selain itu, program ini juga dimaksudkan untuk menyokong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja baru di sektor logistik gizi dan distribusi pangan.
Selain itu, sejumlah pemerintah daerah turut mengikuti peresmian secara daring, menunjukan dukungan yang luas dari berbagai provinsi dan kabupaten terhadap program SPPG dan gudang ketahanan pangan. Misalnya:
- Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyatakan dukungan penuh pada implementasi program MBG melalui SPPG-SPPG yang dibangun di wilayahnya.
- Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga mengikuti acara secara virtual sebagai bentuk komitmen terhadap pemenuhan gizi masyarakat setempat. Makna Strategis Peresmian
Para pengamat menyebut langkah peresmian ini sebagai tonggak penting dalam upaya Indonesia memperkuat sistem ketahanan pangan nasional, terutama di tengah tantangan global seperti fluktuasi harga bahan makanan, distribusi logistik yang masih terbatas di wilayah terpencil, serta kebutuhan peningkatan gizi di kalangan anak sekolah dan keluarga kurang mampu.
Presiden Prabowo dalam pidatonya menegaskan bahwa strategi ketahanan pangan dan gizi harus menjadi komitmen bersama lintas sektor, termasuk aparat keamanan, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha.
![]()
