ASBI News | Pagar Alam, Sumatera Selatan – Insiden yang menggemparkan dunia pendakian Indonesia terjadi di kawasan Gunung Dempo, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Seorang pendaki berinisial R berhasil diamankan oleh tim gabungan setelah diduga membawa senapan angin saat melakukan pendakian. Tidak hanya itu, pria tersebut juga dilaporkan melakukan tindakan intimidasi dan mengancam sejumlah pendaki lain yang berada di jalur menuju puncak. Peristiwa ini menjadi viral di media sosial setelah beberapa korban membagikan pengalaman mereka yang mengaku merasa ketakutan akibat ulah pelaku.
Kejadian tersebut bermula ketika sejumlah pendaki yang sedang melakukan perjalanan menuju puncak Gunung Dempo bertemu dengan seorang pria yang membawa senapan angin. Menurut kesaksian para korban, pria itu bersikap tidak wajar dan beberapa kali menghentikan perjalanan para pendaki. Ia disebut mengaku sedang mencari seseorang serta menyampaikan berbagai ancaman yang membuat suasana pendakian berubah mencekam.
Dalam beberapa video yang beredar luas di media sosial, para pendaki mengungkapkan bahwa pelaku memaksa mereka mengikuti berbagai perintah sambil membawa senapan di tangannya. Meski senapan tersebut kemudian diketahui tidak berada dalam kondisi siap digunakan, keberadaannya tetap memicu kepanikan karena dapat menimbulkan rasa takut bagi siapa pun yang berada di lokasi.
Laporan para pendaki segera diteruskan kepada pengelola jalur pendakian dan aparat keamanan. Menindaklanjuti informasi tersebut, Balai Registrasi Gunung Api Dempo (BRIGADE) bersama Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta unsur terkait langsung membentuk tim gabungan untuk melakukan pencarian terhadap pelaku di kawasan gunung.
Proses pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah titik di jalur pendakian yang sebelumnya disebut sebagai lokasi keberadaan pria tersebut. Petugas juga mengutamakan keselamatan para pendaki lain dengan memberikan imbauan agar tetap berada di lokasi aman dan tidak melakukan kontak langsung apabila kembali bertemu dengan pelaku.
Setelah beberapa jam melakukan penyisiran, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan dan mengamankan pria berinisial R beserta senapan angin yang dibawanya. Situasi di kawasan pendakian pun kembali dinyatakan aman sehingga aktivitas pendakian dapat berjalan normal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pihak keluarga menyampaikan bahwa R diduga memiliki gangguan kejiwaan yang memengaruhi perilakunya. Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penanganan lebih lanjut. Senapan angin yang dibawa pelaku juga diketahui tidak memiliki tekanan udara sehingga tidak dalam kondisi siap ditembakkan. Meski demikian, aparat tetap menilai tindakan membawa senjata ke jalur pendakian merupakan perbuatan yang sangat berbahaya dan dapat memicu kepanikan publik.
Dari berbagai keterangan yang dihimpun, sedikitnya enam pendaki mengaku sempat menjadi korban intimidasi. Mereka mengaku dipaksa berhenti, mendapat ancaman verbal, hingga mengalami perlakuan yang membuat trauma selama berada di jalur pendakian. Beruntung seluruh korban berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka serius maupun korban jiwa.
Peristiwa ini langsung menjadi perhatian luas di berbagai platform media sosial. Video kesaksian para pendaki memperoleh ribuan komentar dari masyarakat yang mengecam tindakan pelaku. Banyak warganet menilai jalur pendakian harus menjadi kawasan yang aman bagi semua orang sehingga pengawasan terhadap barang bawaan pendaki perlu diperketat.
Sejumlah komunitas pecinta alam juga menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut. Mereka berharap pengelola gunung dapat meningkatkan pemeriksaan perlengkapan sejak proses registrasi, termasuk memastikan tidak ada pendaki yang membawa barang-barang berbahaya tanpa izin. Selain itu, edukasi mengenai etika pendakian dan prosedur pelaporan keadaan darurat juga dinilai perlu terus diperkuat.
Gunung Dempo merupakan salah satu destinasi favorit para pendaki di Pulau Sumatera dengan ketinggian sekitar 3.159 meter di atas permukaan laut. Setiap akhir pekan maupun musim liburan, ribuan wisatawan dari berbagai daerah datang untuk menikmati keindahan alam dan panorama kawah aktif yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut. Tingginya jumlah pengunjung membuat aspek keamanan menjadi perhatian penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan kawasan wisata alam tersebut.
Pihak BRIGADE Dempo mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan selama berada di jalur pendakian. Respons cepat dari para pendaki dinilai menjadi faktor penting yang memungkinkan petugas segera bergerak dan mengamankan situasi sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.
Insiden ini menjadi pelajaran bahwa keselamatan di kawasan wisata alam bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga seluruh pendaki. Kepatuhan terhadap aturan, saling menjaga, serta keberanian melaporkan kejadian yang berpotensi membahayakan merupakan langkah penting untuk menciptakan aktivitas pendakian yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan yang mengancam keselamatan bersama.
Sumber: Detik Sumbagsel, ANTARA, serta keterangan resmi Balai Registrasi Gunung Api Dempo (BRIGADE).
![]()
