ASBINews – Gelombang panas yang melanda Eropa tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga menyebabkan gangguan serius pada sistem transportasi. Beberapa negara melaporkan pembatalan perjalanan kereta api, perlambatan layanan transportasi publik, hingga kerusakan infrastruktur akibat suhu yang sangat tinggi.
Di Prancis, operator kereta nasional mengimbau penumpang untuk menunda perjalanan yang tidak mendesak. Rel kereta yang memuai akibat panas meningkatkan risiko gangguan teknis sehingga sejumlah perjalanan harus dibatalkan atau diperlambat. Situasi serupa juga terjadi di Belgia dan Inggris, di mana operator transportasi menerapkan pembatasan kecepatan demi keselamatan penumpang.
Bandara-bandara utama Eropa juga menghadapi tantangan operasional karena suhu tinggi memengaruhi performa pesawat dan jadwal penerbangan. Beberapa maskapai dilaporkan melakukan penyesuaian jadwal untuk menghindari puncak suhu ekstrem yang terjadi pada siang hari.

Para ahli menyebut bahwa infrastruktur Eropa sebagian besar dirancang untuk menghadapi musim dingin, bukan gelombang panas berkepanjangan. Akibatnya, rel kereta, kabel listrik, dan sistem pendingin publik bekerja jauh di luar kapasitas normal mereka.
Masyarakat yang hendak bepergian kini diminta untuk selalu memeriksa informasi terbaru mengenai jadwal perjalanan. Pemerintah setempat juga membuka pusat bantuan dan layanan informasi darurat guna membantu warga yang terdampak gangguan transportasi.
Topik ini menjadi viral di berbagai media sosial setelah banyak pengguna mengunggah foto rel kereta yang memuai, stasiun yang penuh sesak, serta antrean panjang penumpang yang menunggu informasi keberangkatan terbaru.
![]()
