ASBI News, Pamekasan – Video yang menampilkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) berisi ikan lele yang diduga masih mentah viral di media sosial dan memicu perdebatan publik. Video tersebut disebut berasal dari salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, dan memperlihatkan kotak makanan yang berisi seekor lele bersama tempe dan tahu.
Dalam video yang beredar luas di berbagai platform media sosial, tampak paket makanan dengan satu ekor ikan lele yang disebut masih mentah, disertai dua potong tempe dan dua potong tahu. Kondisi tersebut membuat sejumlah pihak, termasuk pihak sekolah, meragukan kelayakan makanan untuk dibagikan kepada siswa.
Bahkan, pihak sekolah disebut sempat menolak paket makanan tersebut karena khawatir ikan yang masih mentah atau hidup dapat cepat membusuk sebelum waktu konsumsi siswa. Selain itu, ikan tersebut juga disebut mengeluarkan bau amis sehingga dianggap berpotensi tidak layak dibagikan kepada para pelajar.
Klarifikasi Badan Gizi Nasional
Menanggapi polemik yang berkembang, Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya memberikan klarifikasi. Menurut BGN, video yang viral tersebut tidak menampilkan keseluruhan paket makanan yang sebenarnya disiapkan oleh pihak penyedia.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan bahwa menu yang dibagikan kepada siswa tidak hanya terdiri dari lele dan tempe seperti yang terlihat dalam video.
“Video yang beredar hanya memperlihatkan sebagian menu. Padahal paket makanan yang disiapkan sebenarnya lengkap dan memenuhi standar gizi,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Berdasarkan laporan dari lapangan, menu lengkap yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat terdiri dari beberapa komponen makanan, antara lain:
- lele marinasi
- tahu dan tempe ungkep
- telur rebus
- roti pizza
- susu full cream
- buah naga
Menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa sesuai standar keamanan pangan dan keseimbangan nutrisi.
Video Disebut Tidak Menampilkan Menu Secara Utuh
BGN juga menjelaskan bahwa video yang viral hanya menampilkan sebagian isi paket karena makanan lainnya belum dikeluarkan dari kendaraan distribusi saat proses dokumentasi berlangsung. Hal tersebut kemudian menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat mengenai kualitas makanan dalam program MBG.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi siswa sekolah di berbagai daerah di Indonesia. Program ini melibatkan dapur penyedia makanan yang berada di bawah koordinasi SPPG untuk menyiapkan dan menyalurkan paket makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Evaluasi Distribusi Makanan
Meski demikian, BGN menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap proses penyiapan dan distribusi makanan agar kejadian serupa tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Pengawasan juga dilakukan untuk memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa tetap aman dan memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.
Polemik video “lele mentah” tersebut menjadi pengingat bahwa transparansi dalam distribusi program pangan sangat penting, terutama dalam program yang menyangkut kesehatan dan kebutuhan gizi para pelajar.
![]()
