ASBI NEWS | BANDUNG – Peristiwa tragis yang terjadi di sebuah minimarket Alfamart kawasan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, menjadi perhatian luas publik setelah rekaman video kejadian beredar dan viral di media sosial. Insiden tersebut berujung pada meninggalnya seorang pria lanjut usia, yang diduga menjadi korban penganiayaan brutal.
Korban diketahui bernama Ade Dedi (62), seorang warga setempat yang selama ini dikenal sebagai petugas keamanan lingkungan di sekitar minimarket tersebut. Peristiwa terjadi pada Selasa dini hari, 6 Januari 2026, dan memicu gelombang keprihatinan serta kemarahan masyarakat.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah media dan keterangan resmi kepolisian, insiden bermula ketika seorang pria muda berinisial DRW (21) masuk ke Alfamart dalam kondisi diduga dipengaruhi minuman beralkohol. Pelaku mengambil sejumlah barang dari rak minimarket, namun hanya membayar sebagian kecil di kasir.
Aksi tersebut kemudian diketahui oleh korban yang berada di sekitar area parkir. Korban menegur pelaku secara lisan dan meminta agar barang yang belum dibayar segera dilunasi atau dikembalikan. Teguran tersebut justru memicu cekcok mulut yang dengan cepat berubah menjadi aksi kekerasan.
Sejumlah saksi mata menyebut pelaku melakukan pemukulan berkali-kali hingga korban terjatuh ke aspal. Tidak berhenti di situ, pelaku juga diduga menginjak bagian dada dan leher korban, sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif selama beberapa hari. Namun, akibat luka serius yang dialami, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Video Viral dan Reaksi Publik
Rekaman video amatir yang merekam sebagian kejadian tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial. Video tersebut memperlihatkan kondisi korban tergeletak di area parkiran, sementara sejumlah warga berusaha memberikan pertolongan.
Viralnya video ini memicu gelombang kecaman dari masyarakat, baik warga Bandung Raya maupun netizen dari berbagai daerah. Banyak yang menilai insiden tersebut sebagai bentuk kekerasan ekstrem di ruang publik yang seharusnya aman.
“Ini bukan sekadar pencurian atau cekcok biasa, tapi sudah masuk kategori kejahatan serius,” tulis salah satu komentar warganet yang viral.
Tindakan Kepolisian
Pihak Polrestabes Bandung melalui Polsek Panyileukan bergerak cepat melakukan penyelidikan. Pelaku berhasil diamankan dalam waktu singkat dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kapolrestabes Bandung menyampaikan bahwa pelaku dijerat dengan pasal penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara, sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Polisi juga memastikan bahwa proses hukum akan berjalan secara transparan dan profesional, serta mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri.
Respons Pemerintah dan Empati Sosial
Kasus ini juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Sebagai bentuk empati, bantuan sosial dilaporkan telah disalurkan kepada keluarga korban untuk membantu meringankan beban pasca-kejadian.
Selain itu, pemerintah daerah dan aparat kewilayahan menegaskan pentingnya penguatan sistem keamanan lingkungan, khususnya di area fasilitas umum seperti minimarket, pasar, dan ruang publik lainnya.
Sorotan Keamanan Minimarket
Insiden ini kembali membuka diskusi publik terkait keamanan di lingkungan minimarket, terutama yang beroperasi 24 jam. Sejumlah pihak menilai perlu adanya:
- Penambahan petugas keamanan profesional
- Peningkatan pengawasan CCTV
- Pelatihan penanganan konflik bagi pegawai
- Koordinasi aktif dengan aparat keamanan setempat
Pengamat sosial menilai bahwa tanpa sistem keamanan yang memadai, potensi konflik kecil dapat dengan mudah berkembang menjadi tragedi besar.
Harapan Masyarakat
Masyarakat berharap kasus ini menjadi pelajaran serius bagi semua pihak, bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Warga juga mendesak agar pelaku dihukum setimpal demi keadilan bagi korban dan keluarganya.
Di sisi lain, warga Cibiru menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan terakhir bagi almarhum, yang dikenal sebagai sosok sederhana dan peduli terhadap keamanan lingkungan.
![]()
