ASBI NEWS | Kabupaten Bandung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2 triliun pada tahun anggaran 2026. Target tersebut dipasang sebagai upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah serta mendukung keberlanjutan pembangunan.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung, Erwan Kusuma Hermawan, mengatakan bahwa pencapaian target PAD 2026 akan dilakukan tanpa menaikkan tarif pajak kepada masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, akan fokus pada optimalisasi potensi pajak yang sudah ada.
“Strategi yang kami tempuh adalah meningkatkan kepatuhan wajib pajak, memperbaiki sistem pendataan, serta memaksimalkan digitalisasi layanan pembayaran pajak,” ujar Erwan, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, sumber utama PAD Kabupaten Bandung masih berasal dari pajak daerah, di antaranya pajak restoran, hotel, parkir, dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Selain itu, retribusi daerah dan pengelolaan aset juga menjadi sektor yang terus dioptimalkan.
Berdasarkan data Bapenda, realisasi PAD Kabupaten Bandung pada tahun 2025 tercatat mencapai sekitar Rp1,8 triliun atau sekitar 81 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut menjadi dasar optimisme pemerintah daerah dalam menetapkan target PAD tahun 2026.
Sementara itu, Bupati Bandung menegaskan bahwa peningkatan PAD memiliki peran strategis dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah, termasuk sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.
“PAD yang kuat akan memperbesar ruang fiskal daerah sehingga program pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” kata Bupati Bandung.
Pemkab Bandung juga mendorong sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak demi mendukung pembangunan Kabupaten Bandung secara berkelanjutan.
![]()
