ASBI NEWS | India — Sebuah unggahan di media sosial yang diduga menghina seorang anggota legislatif di India mendadak viral dan memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak. Konten tersebut dinilai tidak pantas karena menyinggung martabat pejabat publik dan berpotensi memicu kegaduhan sosial di tengah masyarakat.
Unggahan yang beredar luas itu menyasar Bhagirathi Murulya, anggota legislatif dari wilayah Sulya, Negara Bagian Karnataka. Konten tersebut menampilkan narasi dan visual yang dianggap melecehkan serta merendahkan figur publik, sehingga menuai reaksi keras dari partai politik pendukung maupun masyarakat setempat.
Partai Bharatiya Janata Party (BJP) secara terbuka mengecam unggahan tersebut dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pembuat konten. Pihak partai menilai tindakan tersebut tidak hanya mencederai kehormatan pribadi, tetapi juga berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Unggahan semacam ini tidak dapat ditoleransi karena mengandung unsur penghinaan dan provokasi. Kami meminta aparat kepolisian bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar salah satu perwakilan BJP kepada media setempat.
Menanggapi polemik yang berkembang, aparat kepolisian setempat menyatakan tengah melakukan penelusuran terhadap akun media sosial yang mengunggah konten tersebut. Proses penyelidikan dilakukan guna memastikan unsur pelanggaran hukum, termasuk dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.
Sementara itu, sebagian masyarakat dan pengamat menilai kasus ini menjadi pengingat pentingnya etika dalam bermedia sosial. Kebebasan berekspresi, menurut mereka, harus tetap berada dalam koridor hukum dan norma yang berlaku, terlebih jika menyangkut figur publik dan stabilitas sosial.
ASBI News mencatat, kasus ini kembali membuka diskusi global mengenai tanggung jawab pengguna media sosial dalam menyampaikan pendapat, serta perlunya literasi digital untuk mencegah penyebaran konten yang berpotensi menimbulkan konflik.
![]()
