BANDUNG, ASBI News — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat memastikan bahwa belum ada perubahan kebijakan terkait jumlah volume sampah yang dikirim dari wilayah Bandung Raya ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Pernyataan ini disampaikan menyusul beredar isu pengurangan kuota yang diperkirakan oleh beberapa pihak.
Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPTD) Pengelolaan Sampah TPA/TPST DLH Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana, menegaskan bahwa sampai saat ini Pemprov Jabar belum mengeluarkan perubahan kuota pembuangan sampah dari kawasan Bandung Raya menuju TPA Sarimukti. Jumlah kuota yang berlaku masih mengikuti aturan lama dan belum direvisi maupun diturunkan.
Menurut Arief, perubahan asumsi yang dibicarakan sejumlah pihak sebenarnya bukan penurunan resmi kuota, melainkan sekadar perbedaan dalam sistem perhitungan ritase dan tonase yang digunakan dalam pengangkutan sampah ke zona perluasan TPA tersebut. Jumlah kuota tetap mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan dan diterapkan selama ini.
DLH Jabar menjelaskan bahwa sampai kini belum ada permohonan resmi dari pemerintah daerah manapun di kawasan Bandung Raya untuk menaikkan atau menambah kuota volume sampah masuk ke TPA Sarimukti, termasuk setelah libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Sehingga kebijakan yang berlaku kini masih sama tanpa revisi baru.
Meski begitu, Arief tetap mengajak pemerintah kota dan kabupaten dalam kawasan Bandung Raya untuk memperkuat upaya pengurangan sampah dari sumbernya, termasuk melalui pemilahan di tingkat rumah tangga, edukasi masyarakat, serta pengelolaan sampah organik sejak dari awal. Hal ini penting agar masa pakai TPA Sarimukti tetap optimal hingga Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Nagreg, Kabupaten Bandung, siap beroperasi.
Sebagai informasi, TPA Sarimukti masih menjadi satu-satunya lokasi akhir pemrosesan sampah utama bagi kawasan Bandung Raya, yang meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan sebagian Kabupaten Sumedang. Kendati jumlah volume tetap, tantangan penanganan sampah di kawasan ini terus menjadi perhatian serius berbagai pihak.
![]()
