ASBI News | Jakarta – Harga tiket pesawat rute Jakarta–Medan melonjak drastis selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, dengan beberapa maskapai mematok tarif hingga lebih dari Rp11 juta per kursi, membuat banyak penumpang mengeluh dan mencari alternatif perjalanan.
Pantauan media menunjukkan bahwa maskapai Garuda Indonesia menawarkan tiket kelas bisnis rute Jakarta–Medan sebesar sekitar Rp11,2 juta per orang pada tanggal 25 Desember 2025, jauh di atas harga normal yang biasanya berkisar di angka sekitar Rp5,5 juta untuk kelas bisnis.
Harga Tiket Melonjak Signifikan
Kenaikan harga bukan hanya terjadi pada tiket bisnis. Beberapa opsi penerbangan dengan transit juga memperlihatkan lonjakan tarif yang cukup tinggi:
- Batik Air Malaysia mematok tarif kelas bisnis hingga Rp12,2 juta per tiket dengan rute Jakarta–Penang–Medan.
- Ada juga tiket kelas bisnis lain di sekitar Rp8,9 juta per orang untuk penerbangan yang memerlukan dua kali transit.
- Untuk kelas ekonomi, tiket mulai dari sekitar Rp2,8 juta sampai Rp7,1 juta, tergantung panjang rute dan jumlah transit.
Menurut laporan yang dilansir media nasional, kenaikan tajam ini dipicu oleh lonjakan permintaan tinggi di masa libur panjang Natal dan Tahun Baru, di mana banyak warga memanfaatkan momen libur untuk mudik atau berwisata. Selain itu, keterbatasan kursi yang tersisa di aplikasi pemesanan tiket daring membuat harga yang tersedia semakin tinggi menjelang tanggal keberangkatan.
Keluhan Penumpang
Beberapa penumpang yang mencoba mencari tiket pada H-1 atau mendekati tanggal keberangkatan mengaku sangat sulit menemukan tiket dengan harga wajar. Banyak traveler terpaksa memilih opsi transit dengan durasi perjalanan lebih panjang hanya agar tetap dapat tiket dengan harga yang relatif sedikit lebih rendah.
Bandingkan dengan Harga Normal
Sebagai perbandingan, harga tiket Jakarta–Medan pada masa normal — jauh dari puncak arus libur — tercatat jauh lebih rendah. Sebelum musim Nataru, rata-rata harga tiket domestik di rute ini berada di kisaran jutaan rupiah untuk kelas ekonomi, dan secara umum jauh di bawah angka belasan juta.
Faktor Penyebab Kenaikan Tiket
Para analis perjalanan udara menyebutkan beberapa faktor yang memengaruhi kenaikan harga tiket secara drastis saat puncak musim libur:
- Lonjakan permintaan tinggi di masa libur panjang seperti Natal–Tahun Baru.
- Ketersediaan kursi yang terbatas di penerbangan langsung karena banyak telah terjual jauh-hari sebelumnya.
- Opsi transit yang lebih panjang memberi ruang bagi maskapai untuk menaikkan harga tanpa kehilangan permintaan sepenuhnya.
Imbauan Bagi Penumpang
Pakar transportasi menyarankan calon penumpang untuk merencanakan perjalanan jauh hari, atau mempertimbangkan rute alternatif seperti transit di kota lain untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Pembelian tiket jauh sebelum tanggal keberangkatan juga disebut dapat membantu menghindari lonjakan harga yang tajam saat masa puncak libur.
![]()
