ASBI News, Gaza / Palestina — 1447 H (2026 M) — Umat Muslim di Palestina kembali merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah di tengah situasi kemanusiaan yang masih genting akibat konflik bersenjata yang berkepanjangan di Gaza dan wilayah sekitarnya. Hari kemenangan tahun ini berlangsung dalam suasana penuh duka, ketika sebagian besar warga masih hidup dalam kondisi darurat kemanusiaan.
Di berbagai wilayah Gaza, Shalat Idul Fitri tetap dilaksanakan di area terbuka, lahan kosong, hingga titik-titik pengungsian yang masih memungkinkan digunakan. Banyak masjid dilaporkan mengalami kerusakan atau tidak dapat digunakan, sehingga warga terpaksa beribadah dengan fasilitas terbatas.
Takbir Idul Fitri berkumandang di antara tenda pengungsian dan reruntuhan bangunan, menciptakan suasana yang kontras antara semangat hari raya dan realitas pahit perang yang masih berlangsung. Meski serba terbatas, warga tetap melaksanakan Shalat Ied dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk keteguhan iman di tengah tekanan krisis.
Di sisi lain, kondisi kemanusiaan di Gaza dilaporkan semakin memburuk. Warga sipil masih menghadapi keterbatasan akses terhadap makanan, air bersih, obat-obatan, serta layanan kesehatan. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan masih terpisah akibat dampak konflik yang belum mereda.
Situasi ini kembali menegaskan bahwa Idul Fitri di Palestina bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga simbol ketahanan hidup di tengah krisis berkepanjangan yang terus menekan masyarakat sipil.
Di tengah kondisi tersebut, perhatian dunia internasional kembali dinilai tidak seimbang. Sorotan media global disebut lebih banyak tertuju pada konflik lain di kawasan, sementara krisis kemanusiaan di Palestina dianggap belum mendapatkan porsi perhatian yang setara.
Pengamat kemanusiaan menilai bahwa kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam respons global terhadap penderitaan sipil yang masih berlangsung di Gaza, terutama pada momen-momen penting seperti Idul Fitri.
Sejumlah lembaga kemanusiaan terus menyerukan gencatan senjata, perlindungan warga sipil, serta pembukaan akses bantuan tanpa hambatan ke wilayah terdampak, mengingat kebutuhan dasar masyarakat terus meningkat secara signifikan.
Seruan Kemanusiaan di Hari Raya
Di tengah suasana Idul Fitri, seruan solidaritas kembali menguat. Berbagai pihak menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan sangat dibutuhkan untuk menopang kehidupan warga yang terdampak, mulai dari pangan, air bersih, layanan kesehatan, hingga tempat tinggal sementara.
ASBI Foundation turut menyoroti bahwa krisis di Palestina tidak boleh terpinggirkan dari perhatian global, terlebih di momen hari besar keagamaan yang seharusnya menjadi simbol kedamaian.
Donasi dan Dukungan untuk Palestina

Masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkan donasi melalui program resmi berikut:
Dana yang terkumpul akan difokuskan untuk bantuan darurat seperti pangan, air bersih, layanan medis, serta kebutuhan dasar keluarga terdampak di Gaza.
Informasi Resmi Program Kemanusiaan
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan penyaluran bantuan:
Hingga saat ini, situasi di Gaza masih berada dalam kondisi kritis, dengan potensi eskalasi yang belum mereda dan kebutuhan kemanusiaan yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

![]()

