ASBI News, Jawa Barat – Menjelang arus mudik Lebaran, Dinas Kesehatan Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak. Tingginya mobilitas masyarakat selama perjalanan mudik dan aktivitas berkumpul bersama keluarga berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit menular tersebut, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Data Dinas Kesehatan Jawa Barat menunjukkan kasus campak mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 1.785 kasus campak di wilayah tersebut, meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang hanya sekitar 271 kasus. Sementara pada periode Januari hingga Februari 2026, sudah tercatat sekitar 252 kasus campak.
Selain itu, laporan lain menyebutkan jumlah suspek campak di Jawa Barat masih cukup tinggi pada awal 2026. Dalam dua bulan pertama tahun ini, tercatat sekitar 1.489 kasus suspek campak yang dilaporkan dari berbagai fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Kasus terbanyak ditemukan pada anak usia 1–4 tahun dan 5–9 tahun yang merupakan kelompok paling rentan terhadap penularan penyakit ini.
Secara nasional, Kementerian Kesehatan mencatat hingga minggu ke-8 tahun 2026 terdapat lebih dari 10.453 laporan suspek campak dengan sekitar 8.372 kasus terkonfirmasi dan enam kasus kematian. Selain itu, juga terjadi 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi, termasuk Jawa Barat.
Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta ruam kemerahan pada kulit. Dalam beberapa kasus, campak juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia hingga radang otak.
Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, pemerintah mengimbau masyarakat memastikan anak-anak telah mendapatkan imunisasi campak-rubela (MR) sesuai jadwal. Kementerian Kesehatan juga menyiapkan layanan vaksinasi di sejumlah posko mudik guna memudahkan pemudik yang membawa anak-anak agar tetap mendapatkan perlindungan kesehatan selama perjalanan.
Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan diri, menggunakan masker jika sedang sakit, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala campak. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan melengkapi imunisasi, diharapkan perjalanan mudik Lebaran dapat berlangsung aman dan sehat tanpa meningkatkan risiko penyebaran penyakit.
![]()
