ASBI News, Jawa Barat – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 13–15 Maret 2026. Peringatan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi bagi masyarakat, khususnya nelayan, operator kapal, serta pelaku aktivitas kelautan lainnya.
Dalam keterangan resminya, BMKG menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh pola angin yang cukup kuat di beberapa wilayah perairan Indonesia. Kecepatan angin yang meningkat berpotensi memicu gelombang laut dengan ketinggian bervariasi, terutama di perairan terbuka yang langsung berhadapan dengan samudra.
Beberapa wilayah yang diperkirakan mengalami gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter antara lain perairan di sekitar barat Sumatra, Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara, serta sebagian wilayah Laut Natuna Utara. Selain itu, gelombang dengan kategori sedang hingga tinggi juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan lainnya.
BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi kapal nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, hingga kapal berukuran besar. Kondisi gelombang tinggi dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Selain itu, masyarakat pesisir juga diminta untuk memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim yang terus diperbarui oleh BMKG. Informasi tersebut dapat diakses melalui kanal resmi milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika maupun berbagai media informasi lainnya.
Sejumlah media nasional turut melaporkan bahwa peringatan dini ini merupakan bagian dari sistem pemantauan cuaca laut yang rutin dilakukan BMKG untuk mengurangi risiko kecelakaan di laut. Dengan adanya peringatan ini, diharapkan para pelaku aktivitas maritim dapat menyesuaikan jadwal pelayaran maupun kegiatan penangkapan ikan hingga kondisi cuaca kembali membaik.
BMKG menegaskan bahwa masyarakat diharapkan tidak mengabaikan peringatan dini cuaca dan selalu memperbarui informasi sebelum melakukan perjalanan laut. Langkah ini penting guna meminimalkan potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kondisi gelombang tinggi di perairan Indonesia.
![]()
