ASBI News, Dubai, Uni Emirat Arab – Sejumlah ledakan besar dilaporkan mengguncang kota Dubai pada Jumat (13/3), di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Saksi mata melaporkan suara dentuman keras terdengar di beberapa wilayah kota, sementara video yang beredar di media sosial memperlihatkan bangunan bergetar dan kepulan asap tebal membumbung di langit, terutama di kawasan pusat keuangan Dubai.
Menurut laporan media internasional, ledakan tersebut diduga berkaitan dengan serangan drone dan rudal yang terjadi di tengah konflik regional yang telah berlangsung hampir dua pekan. Beberapa serpihan proyektil dilaporkan jatuh di area perkotaan setelah sistem pertahanan udara mencegat sebagian besar serangan yang masuk.
Situasi di lokasi
Ledakan dilaporkan mengguncang distrik keuangan dan sejumlah kawasan pusat bisnis, menyebabkan kepanikan warga serta pekerja di gedung-gedung perkantoran. Asap hitam terlihat membumbung di atas kota, sementara otoritas setempat meningkatkan pengamanan dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi pemerintah.
Beberapa perusahaan internasional yang memiliki kantor di Dubai juga dilaporkan menerapkan kebijakan kerja dari rumah (work from home) sementara waktu, menyusul kekhawatiran akan potensi serangan lanjutan.
Dampak konflik Iran–AS–Israel
Serangan yang mengguncang Dubai terjadi di tengah eskalasi konflik besar antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel. Sejak akhir Februari 2026, Iran dilaporkan meluncurkan ratusan drone dan rudal ke sejumlah negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, sebagai balasan atas serangan terhadap fasilitas militer dan nuklirnya.
Sebagian besar proyektil berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, namun serpihan yang jatuh tetap menyebabkan kerusakan pada bangunan serta memicu kebakaran di beberapa lokasi. Konflik tersebut juga dilaporkan telah menewaskan sejumlah warga sipil dan melukai lebih dari seratus orang di wilayah UEA.
Insiden ledakan di Dubai menambah daftar wilayah yang terdampak konflik Timur Tengah yang terus meluas. Selain UEA, serangan juga dilaporkan terjadi di Israel, Iran, Lebanon, dan beberapa negara Teluk lainnya, memicu kekhawatiran akan eskalasi perang regional yang lebih besar.
Hingga kini, otoritas Uni Emirat Arab masih melakukan penyelidikan terkait sumber pasti ledakan serta dampak kerusakan yang ditimbulkan.
![]()
