ASBINews, Buleleng, Bali — Bencana banjir bandang menerjang wilayah Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Derasnya arus air yang datang secara tiba-tiba menyeret sejumlah warga dan merusak permukiman di sekitar bantaran sungai. Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali menyebutkan sedikitnya delapan orang warga hanyut terbawa arus saat banjir bandang terjadi sekitar pukul 20.00 WITA. Dari jumlah tersebut, empat orang berhasil selamat, beberapa korban ditemukan meninggal dunia, sementara lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Peristiwa tersebut menjadi salah satu bencana paling serius yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Banjir bandang terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan pegunungan di wilayah Banjar dan sekitarnya. Volume air yang meningkat secara drastis menyebabkan aliran sungai meluap dan menerjang permukiman warga. Akibat derasnya arus, sejumlah rumah mengalami kerusakan. Bahkan dilaporkan tembok kamar salah satu rumah jebol akibat terjangan air setinggi sekitar empat meter, sehingga penghuni rumah terseret arus banjir. Material banjir berupa lumpur, kayu, dan batu juga menimbun jalan serta kendaraan milik warga di sekitar lokasi kejadian.
Dalam proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan, beberapa korban berhasil ditemukan. Salah satunya adalah seorang warga yang ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus dan tertimbun material banjir sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal korban hanyut. Sementara itu, operasi pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan dengan menyisir aliran sungai dan area yang tertutup material banjir.Koordinator tim SAR di Buleleng menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan dengan membagi personel ke beberapa titik yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus.
Menanggapi bencana tersebut, pemerintah daerah langsung mendirikan posko penanganan bencana di lokasi terdampak untuk membantu warga.Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, mengatakan banjir bandang kali ini merupakan salah satu yang paling parah di wilayah tersebut karena menyebabkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga.
“Banjir bandang sudah beberapa kali terjadi di wilayah ini, namun yang sekarang paling parah karena menelan korban jiwa serta menimbulkan kerusakan cukup besar,” ujarnya saat meninjau lokasi bencana.
Pemerintah daerah juga mengerahkan alat berat untuk membersihkan material banjir serta membantu proses pencarian korban.
Selain menimbulkan korban jiwa, banjir bandang juga berdampak pada kehidupan masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Sejumlah rumah rusak, fasilitas warga tertimbun lumpur, dan aktivitas masyarakat lumpuh sementara.Ratusan kepala keluarga dilaporkan terdampak akibat bencana tersebut, sementara sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman hingga kondisi dinyatakan stabil.
Pemerintah daerah bersama tim penanggulangan bencana mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan daerah rawan banjir. Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Bali dalam beberapa hari ke depan, sehingga masyarakat diminta segera mengungsi jika terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.
![]()
