ASBINews, JAKARTA – Informasi yang menyebut akan terjadi gempa megathrust berkekuatan 8,7 Skala Richter (SR) di Indonesia pada tahun 2026 viral di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Pesan tersebut beredar luas melalui berbagai platform, mulai dari Facebook, X, hingga aplikasi percakapan seperti WhatsApp.
Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks dan tidak memiliki dasar ilmiah.
BMKG menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang memprediksi secara pasti waktu terjadinya gempa bumi, termasuk klaim bahwa gempa megathrust berkekuatan 8,7 SR akan terjadi pada tahun 2026.
Dalam klarifikasinya, BMKG menyebutkan bahwa hingga saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi belum mampu memprediksi kapan, di mana, dan seberapa besar gempa akan terjadi secara akurat.
“Informasi yang menyebut BMKG memprediksi gempa megathrust berkekuatan 8,7 pada tahun 2026 adalah tidak benar dan tidak memiliki dasar ilmiah,” demikian pernyataan BMKG melalui kanal resminya.
Berawal dari Pesan Berantai di Media Sosial
Isu tersebut bermula dari unggahan yang mengklaim bahwa BMKG telah memperingatkan akan terjadi gempa megathrust besar yang melanda seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2026.
Dalam pesan yang beredar, bahkan disebutkan masyarakat diminta bersiap menghadapi bencana besar tersebut.
BMKG menegaskan bahwa unggahan tersebut merupakan informasi yang menyesatkan dan tidak berasal dari lembaga resmi.
Lembaga tersebut juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar tanpa sumber yang jelas serta selalu mengecek kebenarannya melalui kanal resmi pemerintah.
Indonesia Memang Berada di Zona Megathrust
Meski demikian, BMKG menjelaskan bahwa secara geologis Indonesia memang berada di wilayah rawan gempa karena terletak di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang memiliki banyak zona subduksi atau patahan megathrust.
Beberapa segmen megathrust yang sering menjadi perhatian para peneliti antara lain:
- Megathrust Mentawai–Siberut
- Megathrust Selat Sunda
- Megathrust di sepanjang selatan Jawa hingga Bali–Nusa Tenggara
- Megathrust di wilayah Papua
Zona-zona tersebut merupakan area pertemuan lempeng tektonik, seperti Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia, sehingga memiliki potensi gempa besar.
Namun BMKG menegaskan bahwa kajian mengenai potensi megathrust dilakukan untuk tujuan mitigasi bencana, bukan untuk meramalkan waktu kejadian gempa.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.
Lembaga tersebut juga meminta masyarakat untuk mengikuti informasi resmi mengenai gempa bumi dan potensi bencana hanya dari kanal resmi BMKG atau lembaga pemerintah terkait.
Selain itu, masyarakat di wilayah rawan gempa diharapkan tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui edukasi mitigasi, memahami jalur evakuasi, serta mengetahui langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa.
![]()
