ASBI News, New Delhi, 3 Februari 2026 — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan otoritas kesehatan India terus memantau wabah Virus Nipah di negara bagian West Bengal, setelah dua kasus terkonfirmasi di wilayah tersebut menimbulkan perhatian di tingkat nasional dan regional.
Dua kasus infeksi Virus Nipah (Nipah virus, NiV) dilaporkan di distrik North 24 Parganas, dekat Barasat, West Bengal. Kedua pasien yang terinfeksi merupakan tenaga kesehatan (perawat) di sebuah rumah sakit swasta. Virus ini dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium di National Institute of Virology, Pune.
- Kasus pertama masih menjalani perawatan intensif karena kondisi kritis.
- Kasus kedua menunjukkan perbaikan kondisi klinis.
- Tidak ada kasus terkonfirmasi tambahan sejak laporan awal.
Pihak berwenang India telah mengidentifikasi, melacak, dan menguji sebanyak lebih dari 190 orang yang kontak erat dengan kedua pasien tersebut. Semua kontak yang diuji tidak menunjukkan gejala dan hasilnya negatif untuk infeksi Nipah.
WHO menilai risiko penyebaran Virus Nipah sebagai berikut :
- Tingkat risiko nasional dan sub-nasional: sedang, mengingat potensi transmisi lokal dan tingkat fatalitas penyakit yang tinggi.
- Tingkat risiko regional dan global: rendah, karena tidak ada bukti penyebaran lintas negara atau bukti transmisi yang meluas dari kasus yang dilaporkan sejauh ini.
WHO menekankan bahwa berdasarkan data terkini, tidak diperlukan pembatasan perjalanan atau perdagangan internasional terkait wabah ini, karena kasus masih sangat terbatas dan dapat dipantau.
Sebagai respons kehati-hatian, sejumlah negara di Asia meningkatkan pemeriksaan kesehatan di bandara dan pos perbatasan bagi pelancong yang datang dari India, termasuk pemeriksaan suhu tubuh dan deklarasi kesehatan, meskipun belum ada kasus Nipah dilaporkan di luar India.
Virus Nipah adalah penyakit zoonotik yang biasanya ditularkan dari mamalia seperti kelelawar buah atau hewan lain ke manusia, dan dalam beberapa kasus dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat. Gejala awal meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, dan dapat berkembang menjadi infeksi pernapasan berat atau ensefalitis (radang otak) yang fatal. Belum ada vaksin atau pengobatan khusus yang disetujui untuk Nipah, sehingga perawatan suportif dini sangat penting untuk meningkatkan peluang pemulihan.
- Kasus Nipah di India saat ini masih terbatas dan terkendali, dengan dua kasus terkonfirmasi di West Bengal.
- Kontak erat telah dipantau secara menyeluruh dan belum menunjukkan infeksi lanjutan.
- WHO menilai risiko penyebaran global rendah, namun tetap mendukung kewaspadaan dan langkah pencegahan publik.
![]()
