ASBI NEws, Tasikmalaya — Kisah solidaritas warga di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi viral di media sosial setelah puluhan warga secara sukarela bergotong royong membangun kembali rumah seorang tetangga yang rusak akibat cuaca ekstrem. Aksi kebersamaan tersebut menuai apresiasi luas dari warganet dan dinilai mencerminkan kuatnya nilai gotong royong di tengah masyarakat.
Peristiwa ini bermula ketika sebuah rumah milik warga setempat mengalami kerusakan parah setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Tasikmalaya beberapa waktu lalu. Atap rumah ambruk dan sebagian bangunan tidak lagi layak huni, memaksa pemilik rumah mengungsi sementara ke kediaman kerabat.
Mengetahui kondisi tersebut, warga sekitar tanpa diminta langsung bergerak membantu. Mereka bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan, mengumpulkan material seadanya, hingga membangun kembali rumah tersebut secara swadaya. Proses gotong royong dilakukan sejak pagi hingga sore hari, melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pemuda, tokoh lingkungan, hingga ibu-ibu yang turut menyiapkan konsumsi.
Aksi solidaritas ini menjadi perhatian publik setelah video dan foto kegiatan gotong royong diunggah ke media sosial. Dalam unggahan tersebut tampak warga bekerja bersama dengan penuh semangat, tanpa memandang perbedaan latar belakang. Konten tersebut kemudian menyebar luas dan menuai ribuan komentar positif dari warganet.
Banyak netizen memuji kekompakan warga Tasikmalaya yang dinilai masih memegang teguh nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial, terutama di saat sebagian masyarakat terdampak bencana akibat perubahan cuaca ekstrem.
Tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa gotong royong tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang sudah menjadi tradisi warga. Menurutnya, musibah yang dialami satu warga merupakan tanggung jawab bersama, sehingga bantuan tidak selalu harus menunggu pihak lain.
“Yang terpenting adalah kebersamaan dan keikhlasan. Dengan gotong royong, beban terasa lebih ringan,” ujar salah satu warga, sebagaimana dikutip dari laporan media lokal.
Kisah dari Tasikmalaya ini dinilai menjadi pengingat bahwa di tengah tantangan cuaca ekstrem dan berbagai persoalan sosial, nilai gotong royong masih hidup dan relevan. Solidaritas warga tersebut tidak hanya membantu mempercepat pemulihan pascabencana, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di lingkungan masyarakat.
![]()
