ASBI NEWS, JAKARTA — Sebuah video yang beredar luas di media sosial belakangan ini mengklaim bahwa listrik dan layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di seluruh Indonesia akan mati total selama tujuh hari. Informasi tersebut sontak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Namun, setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi dari berbagai sumber resmi, klaim tersebut dipastikan tidak benar alias hoaks.
Narasi dalam video viral tersebut menyebutkan adanya rencana pemadaman nasional yang berdampak pada sistem kelistrikan dan perbankan. Video itu juga dikaitkan dengan isu gangguan sistem global dan kebijakan pemerintah yang disebut-sebut akan berlaku dalam waktu dekat. Meski demikian, tidak ada satu pun pernyataan resmi dari pemerintah maupun PT PLN (Persero) yang membenarkan informasi tersebut.
Sejumlah media nasional melaporkan bahwa PLN memastikan pasokan listrik nasional dalam kondisi aman dan terkendali. Hingga saat ini, tidak ada kebijakan pemadaman listrik massal secara nasional, apalagi hingga menyebabkan layanan ATM dan sistem perbankan lumpuh selama berhari-hari.
Pihak perbankan juga menegaskan bahwa operasional ATM dan layanan transaksi elektronik berjalan normal. Sistem perbankan di Indonesia memiliki cadangan daya dan mekanisme pengamanan berlapis, termasuk penggunaan genset dan pusat data cadangan, sehingga tidak mudah terganggu oleh isu yang tidak jelas sumbernya.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui berbagai kesempatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang bersumber dari akun anonim atau video tanpa rujukan resmi. Masyarakat diminta untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi pemerintah, BUMN, atau media arus utama sebelum menyebarkannya kembali.
Pakar literasi digital menilai hoaks semacam ini kerap muncul dengan pola serupa, yakni menggunakan narasi krisis, durasi waktu tertentu, serta menyebut dampak besar untuk memancing kepanikan publik. Jika dibiarkan, informasi menyesatkan tersebut berpotensi menimbulkan panic buying, gangguan aktivitas ekonomi, hingga keresahan sosial.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan bijak dalam menerima informasi, khususnya yang berkaitan dengan layanan publik vital seperti listrik dan perbankan. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada kebijakan atau rencana apa pun dari pemerintah yang menyebutkan listrik dan ATM akan mati total selama tujuh hari di Indonesia.
![]()
