ASBI News, Jakarta — Jakarta kembali diterjang banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah Ibu Kota dan sekitarnya sejak beberapa hari terakhir, menyebabkan genangan air di banyak titik dan berdampak signifikan bagi aktivitas warga serta transportasi publik. Banjir kali ini terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem yang diprakirakan BMKG masih akan berlangsung beberapa hari ke depan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat puluhan hingga belasan RT dan ruas jalan masih terendam air banjir dengan ketinggian bervariasi dari puluhan sentimeter hingga beberapa puluh sentimeter di berbagai titik kota.
Beberapa kawasan yang terdampak banjir kali ini antara lain wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan. Di sejumlah jalan utama, warga terpaksa berjalan kaki atau berkendara melalui genangan.
Transportasi umum dan kegiatan publik juga merasakan imbasnya: area depo Kereta Api Jakarta Kota terendam, sehingga beberapa KRL Commuter Line dialihkan ke depo lain sebagai antisipasi untuk operasional yang tetap aman.
Pemerintah daerah menyatakan bahwa banjir kali ini terutama disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang jauh di atas normal dalam beberapa hari terakhir — bahkan menjadi salah satu curah hujan tertinggi di tahun ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memperingatkan bahwa potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih akan terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada 21–27 Januari 2026, sehingga risiko banjir susulan dan genangan masih tinggi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan bahwa walaupun sudah dilakukan berbagai upaya termasuk operasi teknis pengendalian banjir dan mobilisasi pompa air, intensitas hujan yang melebihi prakiraan menyebabkan banjir masih bertahan di beberapa titik.
Sementara itu, Ketua DPRD DKI Jakarta meminta penanganan banjir dilakukan secara terintegrasi antarinstansi, sembari mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk memperkuat kolaborasi lintas dinas demi solusi jangka panjang.
Di tingkat nasional, Presiden RI Prabowo Subianto telah memerintahkan penanganan banjir dan hujan ekstrem di Pulau Jawa diprioritaskan, termasuk koordinasi penanggulangan bencana dan mitigasi risiko melalui instansi terkait.
Warga Jakarta dan masyarakat sekitar yang terdampak banjir menyampaikan berbagai testimoni — mulai dari terpaksa berjalan melalui genangan air hingga harapan kuat agar kondisi cepat membaik. Banyak warga juga saling menguatkan lewat komunitas tanggap bencana dan doa bersama untuk keselamatan semua pihak.
Tokoh dan aktivis masyarakat turut menyerukan solidaritas dan gotong-royong antarwarga dalam menghadapi dampak banjir; hal ini dianggap penting selain respons pemerintah dan BPBD di lapangan.
![]()
