ASBI NEWS, Jakarta — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Timur, khususnya kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, kembali menyebabkan banjir signifikan dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa ini menjadi perhatian publik dan ramai dibagikan di media sosial karena dampaknya terhadap aktivitas warga, ketinggian air yang mencapai puluhan sentimeter hingga satu meter, serta kondisi kesehatan anak-anak pascabanjir.
Pada Minggu pagi (18 Januari 2026), hujan intens yang turun sejak dini hari memicu kenaikan permukaan air di permukiman warga Kebon Pala. Tingginya genangan air dilaporkan sempat mencapai 30–60 centimeter, merendam rumah dan jalan lingkungan warga. Aparat kepolisian pun dikerahkan, dengan menyiagakan perahu karet untuk membantu mobilitas penduduk di tengah kondisi banjir.
Sebelumnya pada Senin (12 Januari 2026), banjir di kawasan yang sama tercatat lebih parah. Ketinggian air dilaporkan mencapai sampai satu meter di sejumlah titik permukiman akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Ibu Kota dan kiriman air dari wilayah hulu. Ketua RT setempat menyebut banjir meningkat secara bertahap sejak pagi hari seiring intensitas hujan.
Tidak hanya persoalan genangan, kondisi pascabanjir turut menjadi sorotan. Laporan media menyebutkan enam balita di Kebon Pala jatuh sakit setelah rumah dan lingkungan mereka terendam air setinggi sekitar 110 centimeter. Warga mengungkapkan kebutuhan bantuan obat-obatan dan makanan siap saji menjadi sangat mendesak karena dapur dan persediaan makanan di rumah banyak yang ikut terendam.
Kondisi banjir tidak hanya berdampak pada permukiman, tetapi juga merugikan aktivitas warga. Dokumentasi foto dan video banjir yang tersebar memperlihatkan warga harus berjalan di tengah genangan, sementara beberapa akses jalan lingkungan tergenang dan sulit dilintasi kendaraan. Media juga mencatat bahwa banjir ini merupakan salah satu dari beberapa kejadian banjir yang telah melanda wilayah Jaktim dalam sepekan terakhir.
Penyebab utama banjir di kawasan ini adalah curah hujan tinggi dan luapan dari saluran air serta sungai di hulu, yang membuat aliran air menggenangi wilayah rendah seperti Kampung Melayu. Tren banjir di Kebon Pala bukan hal baru; beberapa peristiwa sebelumnya menunjukkan genangan air yang mencapai tinggi signifikan, bahkan di waktu lain sempat dilaporkan mencapai lebih dari satu meter di lokasi yang sama.
Pihak berwenang seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan aparat kepolisian telah melakukan pemantauan serta siaga di sejumlah titik terdampak. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi tentang evakuasi massal, namun aparat terus memantau kondisi warga dan siap memberikan bantuan jika diperlukan.
Isu banjir dan genangan di Jakarta Timur menjadi bagian dari pola banjir musiman di Ibu Kota yang terjadi setiap hujan deras mengguyur secara kontinu. Permasalahan ini kembali menyoroti kebutuhan penanganan drainase dan sistem pengendalian banjir yang lebih terpadu di tengah perubahan pola cuaca.
![]()
