ASBI NEWS, Bandung — Situs sistem keamanan digital milik Yayasan Aksi Senyum Bersama Indonesia (ASBI Foundation) dilaporkan mengalami upaya peretasan oleh oknum hacker tidak bertanggung jawab pada [Jumat16/1/26]. Insiden tersebut pertama kali terdeteksi oleh tim teknologi informasi internal ASBI Foundation melalui sistem pemantauan keamanan siber yang aktif selama 24 jam.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, upaya peretasan hanya menyasar bagian tampilan depan (front-end) situs dan tidak berhasil menembus sistem inti (core system) maupun basis data penting yayasan.
Direktur Tim IT ASBI Foundation Didit Praditya memastikan bahwa data donatur, mitra, relawan, serta penerima manfaat dalam kondisi aman dan tidak mengalami kebocoran.
> “Kami menegaskan bahwa sistem utama ASBI Foundation tetap terlindungi. Tidak ada data strategis maupun sensitif yang diakses oleh pihak luar,” ujar perwakilan tim teknis ASBI Foundation dalam keterangan resminya.
Begitu aktivitas mencurigakan terdeteksi, tim teknis ASBI Foundation segera melakukan langkah cepat berupa isolasi sistem, penutupan celah keamanan, serta peningkatan lapisan proteksi digital. Audit menyeluruh juga dilakukan untuk memastikan tidak terdapat malware maupun akses lanjutan yang tertanam.
ASBI Foundation turut berkoordinasi dengan pihak terkait dan konsultan keamanan siber guna menelusuri sumber serta metode serangan, sekaligus memperkuat sistem keamanan ke depan.
Menanggapi insiden tersebut, Founder ASBI Foundation kang Danu menyampaikan pernyataan keras sekaligus menyentuh nurani para pelaku peretasan. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan.
> “Saya ingin menyampaikan dengan tegas: jangan melakukan tindakan bodoh, apalagi terhadap lembaga yang bergerak di bidang kegiatan sosial dan kemanusiaan. Apa yang kami jalankan di ASBI Foundation adalah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, anak-anak, kaum dhuafa, dan mereka yang sangat bergantung pada bantuan ini,” tegas Founder ASBI Foundation.
Ia juga meminta para oknum hacker untuk menggunakan hati nurani dan menyadari dampak dari tindakan mereka.
> “Tolong gunakan hati nurani kalian. Setiap gangguan terhadap sistem kami berpotensi menghambat penyaluran bantuan dan program sosial. Jika memiliki keahlian di bidang teknologi, gunakanlah untuk hal yang bermanfaat, bukan untuk merusak,” lanjutnya.
Founder ASBI Foundation menegaskan bahwa pihaknya tidak akan gentar dan tetap berkomitmen menjaga amanah donatur serta mitra kebaikan. Seluruh program sosial ASBI Foundation, termasuk kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat, dipastikan tetap berjalan normal.
> “Kami tidak akan mundur. Insiden ini justru menjadi pengingat untuk memperkuat sistem dan menjaga amanah. ASBI Foundation akan terus melangkah, membantu sesama, dan menebar manfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya.
ASBI Foundation mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi tidak resmi atau hoaks yang beredar di luar kanal komunikasi resmi yayasan. Seluruh informasi valid hanya disampaikan melalui media dan platform resmi ASBI Foundation.
—
![]()
