ASBI NEWS | AS — Media sosial di berbagai negara diramaikan oleh klaim yang menyebutkan bahwa serial animasi The Simpsons meramalkan kematian mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada awal Januari 2026. Klaim tersebut menyebar luas melalui potongan gambar dan video yang diunggah di berbagai platform digital.
Unggahan viral itu menampilkan adegan karakter Donald Trump dalam peti mati dengan narasi seolah-olah merupakan bagian dari episode resmi The Simpsons. Konten tersebut dengan cepat memicu kehebohan dan perdebatan publik, terutama karena serial animasi tersebut kerap dikaitkan dengan sejumlah “ramalan” peristiwa dunia di masa lalu.
Namun, berdasarkan penelusuran dan klarifikasi dari berbagai media kredibel, klaim tersebut dipastikan tidak benar. Adegan yang beredar bukan berasal dari episode resmi The Simpsons, melainkan hasil rekayasa digital dan manipulasi kecerdasan buatan (AI) yang dibuat oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Pihak produser The Simpsons maupun arsip resmi episode serial tersebut tidak pernah memuat adegan atau narasi yang meramalkan kematian Donald Trump. Beberapa pakar media digital juga menegaskan bahwa gambar dan video yang beredar menunjukkan ciri-ciri konten hasil olahan teknologi AI, seperti ketidaksesuaian gaya animasi dan alur cerita.
Fenomena ini kembali menegaskan tingginya risiko penyebaran hoaks dan disinformasi digital, khususnya yang memanfaatkan popularitas tokoh publik dan budaya populer untuk menarik perhatian masyarakat.
ASBI News mencatat, para ahli literasi digital mengimbau masyarakat agar lebih kritis dalam menerima informasi, tidak langsung mempercayai konten viral, serta melakukan verifikasi melalui sumber resmi dan media terpercaya sebelum membagikan ulang informasi di media sosial.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa kemajuan teknologi digital harus diiringi dengan peningkatan literasi dan etika bermedia, agar ruang digital tetap sehat, informatif, dan tidak menyesatkan publik.
![]()
