ASBI News | Bandung – Memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia diprediksi meningkat. Kondisi ini membuat masyarakat, khususnya wisatawan, diimbau untuk lebih waspada saat melakukan perjalanan maupun beraktivitas di kawasan wisata alam, pantai, dan pegunungan.
Berdasarkan laporan dari berbagai media nasional, peningkatan curah hujan dipicu oleh aktifnya dinamika atmosfer dan pergerakan massa udara basah, yang menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi menjelang dan saat pergantian tahun. Beberapa wilayah yang berisiko mengalami hujan lebat disertai angin kencang dan petir antara lain Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Risiko Wisata Alam Meningkat
Sejumlah destinasi wisata alam diperkirakan akan tetap ramai dikunjungi meski cuaca kurang bersahabat. Namun, kondisi hujan yang meningkat berpotensi menimbulkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gelombang tinggi di wilayah pesisir.
Media nasional melaporkan, aparat daerah dan pengelola wisata telah diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di jalur wisata rawan longsor, kawasan pegunungan, air terjun, dan objek wisata pantai. Wisatawan juga diimbau untuk tidak memaksakan perjalanan saat cuaca ekstrem serta selalu mengikuti arahan petugas di lapangan.
Imbauan untuk Wisatawan
Pemerintah melalui instansi terkait mengingatkan masyarakat agar:
- Memantau informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum bepergian
- Menghindari wisata alam berisiko tinggi saat hujan deras
- Memastikan kendaraan dalam kondisi prima
- Tidak berlama-lama di area rawan banjir dan longsor
- Mengutamakan keselamatan dibandingkan agenda liburan
Selain itu, wisata bahari juga menjadi perhatian karena potensi gelombang tinggi dan angin kencang di beberapa perairan Indonesia saat momen pergantian tahun.
Pengamanan dan Antisipasi
Aparat kepolisian, BPBD, serta instansi terkait terus bersiaga selama libur Nataru dengan menyiapkan pos pengamanan dan pos siaga bencana di titik-titik rawan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat serta wisatawan yang tetap memilih berlibur di tengah cuaca yang kurang bersahabat.
![]()
