ASBI News – Garut. Prestasi gemilang ditorehkan pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Garut dalam kompetisi ilmiah bergengsi di tingkat provinsi. Siswa bernama Azka Rizki Maulana secara resmi meraih Juara 2 Olimpiade Kimia Siswa Madrasah (OKSIMA) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Madrasah Provinsi Jawa Barat dan menjadi ajang utama dalam mengukur kemampuan sains siswa madrasah di wilayah tersebut.
Kompetisi OKSIMA menuntut peserta untuk melalui serangkaian uji kemampuan yang meliputi pengetahuan teori kimia, ketelitian eksperimen, dan pemecahan soal analitis. Dalam kompetisi yang ketat ini, Azka menunjukkan performa konsisten sejak babak awal hingga pengumuman final.
Kepala MAN 1 Garut, Drs. H. Sarip Asbuloh, M.Pd., menyatakan rasa bangga atas pencapaian siswanya dan menegaskan bahwa prestasi ini merupakan buah dari disiplin belajar, bimbingan intensif guru pembina, dan dukungan penuh lingkungan sekolah.
“Prestasi ini adalah hasil kerja keras siswa, bimbingan guru, serta dukungan lingkungan madrasah yang terus mendorong budaya akademik unggul,” ujarnya kepada media lokal.
Sarip juga menyampaikan bahwa MAN 1 Garut mendorong siswa tidak hanya unggul di bidang keagamaan, tetapi juga di penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan sains, sehingga lulusan madrasah dapat bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.
Lebih jauh, ia berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa di MAN 1 Garut untuk terus mengembangkan potensi diri dan berpartisipasi dalam kompetisi akademik lainnya. Sarip menegaskan bahwa pengalaman kompetisi seperti OKSIMA penting untuk mendorong pola pikir ilmiah dan kreativitas siswa.
Ajang OKSIMA merupakan kompetisi tahunan yang menjadi wadah bagi siswa madrasah dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam kimia. Kompetisi ini juga sering dijadikan tolok ukur kualitas pendidikan sains di lingkungan madrasah Indonesia.
Dengan pencapaian ini, Azka Rizki Maulana dan MAN 1 Garut kembali menunjukkan bahwa lembaga madrasah tidak hanya berkualitas di bidang keagamaan, tetapi juga mampu menghasilkan talenta sains potensial yang siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
![]()
