
Soreang, Kabupaten Bandung — Sekilas jembatan ini sudah terlihat usang. Namun sejarahnya begitu membekas dalam ingatan masyarakat sekitar. Jembatan ini telah menjadi saksi bisu peradaban di masa lalu, betapa besar perjuangan para pendahulu demi memakmurkan negeri yang katanya, ‘makmur’.
Dengan panjang sekitar 150m, jembatan ini membentang memisahkan dua desa yang ada di Kecamatan Soreang, kabupaten Bandung. Jembatan kereta api ini mulai beroperasi pada tahun 1924 dan berakhir beroperasi pada tahun 1982.
Kini potret jembatan kereta api Rancagoong masih berdiri kokoh. Terlihat layu namun masih terasa kemilau semangat para pembangun jembatan tersebut. Selain menjadi saksi sejarah, jembatan kereta api ini menjadi saksi juga akan kehidupan masa kecil kami, terutama bagi kami anak-anak dan warga generasi milenial.
Dulu jembatan ini selalu menjadi tempat ‘healing’ gratis bagi warga sekitar. Terutama ketika menjelang bulan Ramadhan tiba. Jembatan ini selalu menjadi tempat yang ramai dikunjungi. Hampir setiap hari kami selalu bermain disini. Entah hanya sekedar duduk bersantai, mengobrol bersama teman atau mencari udara segar di pagi hari.
Sampai saat ini jembatan kereta api ini masih berdiri. Dengan pemandangan sungai ciwidey dan sawah dibawahnya. Digunakan sebagai jalur alternatif penyeberangan oleh masyarakat, entah pemotor ataupun pejalan kaki. Namun dihimbau perlu hati2 juga ketika menyeberangi jembatan kereta api ini, karena lebar jembatannya yang tidak terlalu luas.
![]()
